Trustco Lampung Training and Outbound

Pentingnya Memiliki Tujuan

“Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya”, demikian Rasulullah SAW pernah berkata. Kalimat ini menurut saya bukan sekedar mengartikan bahwa diterimanya suatu amal perbuatan manusia oleh Allah SWT tergantung pada niat apa yang terbersit atau terungkap dalam hati seseorang ketika akan melakukan sesuatu. Akan tetapi jauh lebih mendalam dari hal tersebut, ini merupakan kata-kata yang sangat memotivasi dari seorang Rasul yang memahami betul arti sebuah visi dan misi hidup dalam diri seseorang. Seseorang harus memiliki tujuan hidup yang jelas karena kualitas kerja dan amal seseorang dalam hidupnya sangat dipengaruhi oleh tujuan yang ingin dicapai. Semakin tinggi cita-citanya hidupnya, dan semakin besar keinginan untuk mencapai cita-cita tersebut, maka makin berkualitaslah aktivitas yang ia lakukan untuk menggapai cita-cita tersebut. Sebaliknya semakin rendah atau lemah cita-cita hidupnya maka semakin rendah dan lemah pula kualitas kerjanya, apalagi kalau tidak memiliki (baca: tidak peduli) tujuan hidup.

Saya sering, untuk mengilustrasikan urgensi tujuan hidup bagi seseorang, dengan mengajak audien yang menghadiri kelas yang saya berikan untuk melakukan permainan yang cukup sederhana. Ada tiga tahapan permainan yang biasanya saya berikan. Pertama, peserta diminta untuk melemparkan 4 buah bola kecil ke arah mana saja sesukanya tanpa bertanya-tanya. Ketika ditanya perasaannya setelah aksi lemparannya yang kadang-kadang mengundang tawa peserta yang lain, mayoritas mengatakan sedikit kebingungan untuk memutuskan apa yang akan dia lakukan dengan bola-bola tersebut sebelum akhirnya ia lemparkan juga sesukanya tanpa ada perasaan khusus. Tahap kedua, peserta diminta melemparkan bola tetapi kali ini dengan sasaran yang jelas. Cukup banyak perbedaan dibanding tahap pertama, baik dalam hal emosi maupun performa ketika melemparkan bola-bola tersebut. Paling tidak dengan adanya sasaran lemparan yang jelas mereka menjadi lebih fokus, konsentrasi, sedikit lebih bersemangat/bergairah dan antusias karena mereka tahu apa harus dilakukan. Pada tahap ketiga, saya berikan tantangan lebih. Jika lemparan mereka mengenai sasaran maka mereka berhak memperoleh hadiah pada saat itu juga. Sangat nampak perbedaan suasana emosi dan kelas secara keseluruhan dibandingkan dengan tahap sebelumnya. Peserta berlomba untuk tampil dan menunjukkan kebolehannya dalam melempar sasaran dengan bola. Bukan sekedar fokus dan antusias yang muncul, mereka betul-betul bersemangat dan antusias karena sangat tahu apa yang akan mereka dapatkan ketika mereka melakukannya dengan berhasil. Suasana ini semakin menjadi-jadi ketika saya tingkatkan hadiah yang akan mereka dapatkan. Mereka berlomba membuat strategi jitu untuk mencapai sasaran tersebut.

Demikianlah dengan realita yang akan kita dapatkan. Sasaran-sasaran hidup yang jelas tergambar dalam benak dan rencana hidup kita, akan membuat kita lebih fokus, konsentrasi, bersemangat dan antusias dalam bekerja dan beramal bahkan dalam seluruh aktivitas hidup yang kita lakukan. Tidak hanya disitu, kita pun akan membuat rencana hidup dan strategi pencapaiannya dengan sungguh-sungguh. Karena kita tahu apa yang ingin kita capai maka kita tahu apa yang harus kita lakukan. Kita tidak akan terjebak dalam kebingunan gerak hidup ketika tahu persis apa yang akan kita capai. Kebanyakan orang yang kebingunan dalam kesehariannya sesungguhnya mayoritas disebabkan oleh ketidakjelasan visi dan sasaran hidup serta perencanaan hidup dan strategi yang kurang matang.

Maka sekali lagi, sesungguhnya kualitas amal dan aktivitas seseorang tergantung pada niatnya. (Ditulis oleh : Samsul Rizal, Direktur Trustco Lampung)

Tagged , , , , ,

Share this :

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *